Hati-Hati, Ada Selada Mengandung Bakteri E.Coli

Memilih makanan yang akan kita konsumsi memang sangat penting untuk menjaga kesehatan. Pasalnya, meskipun fisik kita sehat, namun kondisi tubuh bagian dalam, seperti usus, sangat rentan terkena penyakit.


Diffuse malignant peritoneal mesothelioma: Evaluation of systemic chemotherapy with comprehensive treatment through the RENAPE Database
•The combination of cytoreductive surgery (CRS) and hyperthermic intraperitoneal chemotherapy (HIPEC) is the cornerstone of a curative treatment strategy for diffuse malignant peritoneal mesothelioma (DMPM).
•All patients with a diagnostic of DMPM should be evaluated prior any treatment in an expert peritoneal surface malignancies (PSM) centre.
•Upfront surgery appears preferable to neoadjuvant chemotherapy in patients amenable to complete CRS.
Purpose
Diffuse malignant peritoneal mesothelioma (DMPM) is a severe disease with mainly locoregional evolution. Cytoreductive surgery and hyperthermic intraperitoneal chemotherapy (CRS-HIPEC) is the reported treatment with the longest survival. The aim of this study was to evaluate the impact of perioperative systemic chemotherapy strategies on survival and postoperative outcomes in patients with DMPM treated with curative intent with CRS-HIPEC, using a multi-institutional database: the French RENAPE network.

Patients and methods
From 1991 to 2014, 126 DMPM patients underwent CRS-HIPEC at 20 tertiary centres. The population was divided into four groups according to perioperative treatment: only neoadjuvant chemotherapy (NA), only adjuvant chemotherapy (ADJ), perioperative chemotherapy (PO) and no chemotherapy before or after CRS-HIPEC (NoC).
Bahkan, makanan yang kita anggap sehat seperti sayuran, masih mungkin terpapar oleh bakteri, seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Banyak masyarakat Amerika terpapar bakteri E Coli, setelah mengonsumsi selada, yang notabene adalah makanan sehat.
Berdasarkan data yang dihimpun secara keseluruhan, ada 84 pasien yang dirawat di 19 negara bagian berbeda akibat bakteri E Coli yang disebarkan oleh selada ini.
 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, CDC, pun langsung meminta masyarakat untuk menghindari mengonsumsi selada romaine atau selada cos. Himbauan ini dikeluarkan akibat adanya wabah bakteri E Coli dan telah memaksa 31 orang dilarikan ke rumah sakit.

Jumat (27/4/2018), juru bicara CDC, Brittany Behm, mengatakan bahwa peneliti masih mencoba mencari tahu apakah strain E Coli ini lebih ganas daripada bentuk bakteri E Coli lainnya.
Infeksi E coli biasanya menyebabkan masalah gastrointestinal atau masalah dalam sistem pencernaan, sebut saja diare dalam kurun waktu sekitar satu minggu. Pada beberapa kasus, infeksi bakteri E Coli dapat menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang disebut sindrom uremik hemolitik.
Tercatat, sekira 10 persen pasien melaporkan mengalami komplikasi sindrom uremik hemolitik ini. Hasil penelitian sementara, pejabat CDC mengatakan wabah E Coli berasal dari tanaman selada cos yang ditanam di Yuma, Arizona.
Guna mengindari masalah ini, pemerintah AS melalui CDC pun menghimbau kepada semua konsumen untuk tidak mengonsumsi selada cos, dan menghindari mengonsumsi selada cos di restoran, kecuali jika dapat memastikan bahwa selada cos tersebut tak bersumber dari Yuma.
Adapun ciri khas selada cos yang sedang dilarang untuk dikonsumsi itu memiliki ciri fisik menyerupai krop, seperti tipe selada kepala. Tetapi krop pada tipe selada rapuh (selada cos) berbentuk lonjong dengan pertumbuhan meninggi, daunnya lebih tegak, dan kropnya berukuran besar dan kurang padat.
Sumber: OkeZone
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==